Cari

Reion Sanctuarynyx

catatan Q…. enjoy it

Gangguan Pada Hati (Part 3)

KOMA HEPATIK,

Pengertian

Koma hepatik (ensefalopati hepatik) adalah sindroma neuropsikiatri pada penderita penyakit hati berat. Sindrom ini ditandai oleh kekacauan mental, tremor otot dan flapping tremor yang dinamakan asteriksis.2 Perubahan mental diawali dengan perubahan kepribadian, hilang ingatan dan iritabilitas yang dapat berlanjut hingga kematian akibat koma dalam.
Koma hepatik (ensefalopati sistem portal, ensefalopati hepatik) suatu kelainan dimana fungsi otak yang mengalami kemunduran akibat zat-zat racun di dalam darah, yang dalam keadaan normal dibuang oleh hati

Etiologi,

Menurut faktor etiologinya.

Koma Hepatik Primer / Endoge

Terjadinya tanpa adanya faktor pencetus, merupakan tahap akhir dari kerusakan sel-sel hati yang difus dan nekrosis sel hati yang meluas. Pada hepatitis fulminan terjadi kerusakan sel hati yang difus dan cepat, sehingga kesadaran terganggu, gelisah, timbul disorientasi, berteriak-teriak, kemudian dengan cepat jatuh dalam keadaan koma, sedangkan pada sirosis hepatis disebabkan fibrosis sel hati yang meluas dan biasanya sudah ada sistem kolateral, ascites. Disini gangguan disebabkan adanya zat racun yang tidak dapat dimetabolisir oleh hati. Melalui sistem portal / kolateral mempengaruhi susunan saraf pusat

Koma hepatik Sekunder / Eksogen

Terjadi karena adanya faktor-faktor pencetus encepalopati hepatik :

1.Meningkatnya Amoniagenesis
– Substrate (protein) untuk amoniagenesis meningkat
– Intake protein meningkat
– Perdarahan saluran cerna
– Konstipasi
– Dehidrasi
– Substrate (urea) untuk amoniagenesis meningkat
– Gagal ginjal
– Katabolisme protein meningkat
– Infeksi
– Hipokalemia
– Sepsis

2.Fungsi Hepatoselluler Menurun
– Dehidrasi
– Hypotensi
– Sepsis
– Hypoxia
– Anemia
– Perkembangan carsinoma hepatoselluler
– Obat-obat toksik
– Terpapar virus hepatitis

3.Meningkatnya Portocaval Shunting
– Trombosis vena portal
– Transjugular intrahepatic postosystemic shunt formation
– Surgical shunt formation
– Spontaneous shunt formation

4.Penggunaan obat Psychoactive
– Benzodizepin
– Ethanol
– Anti nausea
– Anti histamin

5.Mekanisme yang lain :
– Meningkatnya difusi amoniak ke blood brain barrier, alkalosis mungkin akan terjadi Tranfusi darah, meningkatnya amoniagenesis dari tranfusi tidak seluruhnya diteliti.

patofisologi/perubahan metabolisme,

Beberapa kondisi berpengaruh terhadap timbulnya EH pada pasien gangguan hati akut maupun kronik, seperti keseimbangan nitrogen positif dalam tubuh (asupan protein yang tinggi, gangguan ginjal, perdarahan varises esofagus dan konstipasi), gangguan elektrolit dan asam basa (hipona-tremia, hipokalemia, asidosis dan alkalosis), penggunaan obat-obatan (sedasi dan narkotika), infeksi (pneumonia, infeksi saluran kemih atau infeksi lain) dan lain-lain, seperti pembedahan dan alkohol.

Faktor tersering yang mencetuskan EH pada sirosis hati adalah infeksi, dehidrasi dan perdarahan gastrointestinal berupa pecahnya varises esofagus Terjadinya EH didasari pada akumulasi berbagai toksin dalam peredaran darah yang melewati sa-war darah otak. Amonia merupakan molekul toksik terhadap sel yang diyakini berperan penting  dalam terjadinya EH karena kadarnya meningkat pada pasien sirosis hati.

gambaran klinis,

Perkembangan koma hepatik menjadi koma dibagi dalam 4 stadium yaitu:

Stadium I

Tidak begitu jelas dan mungkin sukar diketahui. Tanda yang berbahaya adalah sedikit perubahan kepribadian dan tingkah laku, termasuk penampilan yang tidak terawat baik, pandangan mata kosong, bicara tidak jelas, tertawa sembarangan, pelupa dan tidak mampu memusatkan pikiran. Penderita mungkin cukup rasional, hanya terkadang tidak kooperatif atau sedikit kurang ajar. Pemantauan yang seksama menunjukkan bahwa mereka lebih letargi atau tidur lebih lama dari biasanya atau irama tidurnya terbalik.

Stadium II

Lebih menonjol daripada stadium I dan mudah diketahui. Terjadi perubahan perilaku yang tidak semestinya dan pengendalian sfingter tidak dapat terus dipertahankan. Kedutan otot generalisata dan asteriksis merupakan temuan yang khas. Asteriksis atau flapping tremor dapat dicetuskan bila penderita disuruh mengangkat kedua lengannya dengan lengan atas difiksasi, pergelangan tangan hiperekstensi dan jari-jari terpisah. Perasat ini menyebabkan gerakan fleksi dan ekstensi involunter cepat dari pergelangan tangan dan sendi metakarpofalang. Asteriksis merupakan suatu manisfestasi perifer gangguan metabolisme otak. Keadaan seperti ini dapat juga timbul pada sindroma uremia. Pada tahap ini, letargi serta perubahan sifat dan kepribadian menjadi lebih jelas terlihat.
Apraksia konstitusional adalah gambaran lain yang mencolok dari encepalopati hepatik. Penderita tidak dapat menulis atau menggambar dengan baik seperti menggambar dengan baik seperti menggambar bintang atau rumah. Sederetan tulisan tangan atau gambar merupakan cara berguna untuk menentukan perkembangan encepalopati.

Stadium III

Penderita dapat mengalami kebingungan yang nyata dengan perubahan perilaku. Bila pada saat ini penderita hanya diberi sedatif dan bukan pengobatan untuk mengatasi proses toksiknya, maka mungkin encepalopati akan berkembang menjadi koma dan prognosisnya fatal. Selama stadium ini, penderita dapat tidur sepanjang waktu. Elektroencepalogram mulai berubah pada stadium II dan menjadi abnormal pada stadium III dan IV.

Stadium IV

Penderita masuk dalam keadaan koma yang tidak dapat dibangunkan, sehingga timbul refleks hiperaktif dan tanda babinsky. Pada saat ini bau yang apek yang manis (fetor hepatikum) dapat tercium pada napas penderita atau bahkan waktu masuk kedalam kamarnya. Fetor hepatikum merupakan tanda prognosis yang buruk dan intensitas baunya sangat berhubungan dengan derajat somnolensia dan kekacauan. Hasil pemeriksaan laboratorium tambahan adalah kadar amonia darah yang meningkat dan hal ini dapat membantu mendeteksi encepalopati.

pemeriksaan laboratorium,

  1. Hematologi
    Hemoglobin, hematokrit, hitung lekosit-eritrosi-trombosit, hitung jenis lekosit
    Jika diperlukan faal pembekuan darah.
  2. Biokimia darah.
    – Uji faal hati yaitu transaminase, bilirubin, elektroforesis, protein, kolesterol,alkali fosfatase.
    – Uji faal ginjal yaitu BUN, kreatinin serum
    – Kadar amoniak darah.
    Pada kerusakan sel hati seperti sirosis hepatis, terjadi peningkatan kadar amonia darah karena gangguan fungsi hati dalam mendetoksikasi am,onia serta adanya pintas porto sistemik.
    – Atas indikasi : HbsAg, anti-HCV,AFP, elektrolit, analisis gas darah
    Urin dan tinja rutin
  3. Pemeriksaan penunjang :
    EEG (Elektroencefalografi).
    Dengan pemeriksaan EEG terlihat peninggian amplitudo dan menurunnya jumlah siklus gelombang perdetik. Terjadi penurunan frekuensi dari gelombang normal Alfa (8-12Hz).
  4. komplikasi dan
  5. pengobatan dasar

Penatalaksanaan koma hepatik harus memperhatikan apakah koma hepatik yang terjadi adalah primer atau sekunder. Pada koma hepatik primer terjadinya koma akibat kerusakan parenkim hati yang berat tanpa adanya faktor pencetus, sedangkan pada koma hepatik sekunder terjadinya koma dipicu oleh faktor pencetus.

  1. Koma hepatik tipe akut.
  2. Tindakan Umum
    1.Penderita stadium III-IV perlu perawatan suportif yang intensif yaitu tirah baring, bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, pasang kateter forley.
    2.Pemantauan kesadaran, keadaan neuropsikiatri, system kardiopulmonal dan ginjal, keseimbangan cairan, elektrolit serta asam basa.
    3.Pemberian kalori 2000 kal/hari atau lebih pada fase akut bebas protein.
  3. Tindakan Khusus
    1.Mengurangi pemasukan protein
    Pembatasan pemberian protein karena pemasukan protein yang berlebih akan meningkatkan kadar amonia, pada pasein dengan gangguan hati yang berat akan memperbesar kemungkinan terjadi encepalopati hepatik.
    Diet tanpa protein untuk stadium III-IV
    Diet rendah protein (20gram/hari) untuk stadium I-II. Segera setelah fase akut terlewati, intake protein mulai ditingkatkan dari beban protein kemudian ditambahkan 10 gram secara bertahap sampai kebutuhan maintenance (40-60gram/hari).

Gangguan Pada Hati (part 1)
Gangguan Pada Hati (part 2)

Iklan

Gangguan Pada Hati (Part 2)

SIROSIS

Pengertian

Istilah Sirosis hati diberikan oleh Laence tahun 1819, yang berasal dari kata Khirros yang berarti kuning orange (orange yellow), karena perubahan warna pada nodulnodul yang terbentuk. Pengertian sirosis hati dapat dikatakan sebagai berikut yaitu suatu keadaan disorganisassi yang difuse dari struktur hati yang normal akibat nodul regeneratif yang dikelilingi jaringan mengalami fibrosis.

Secara lengkap Sirosis hati adalah suatu penyakit dimana sirkulasi mikro, anatomi pembuluh darah besar dan seluruh sitem arsitektur hati mengalami perubahan menjadi tidak teratur dan terjadi penambahan jaringan ikat (fibrosis) disekitar parenkim hati yang mengalami regenerasi. Continue reading “Gangguan Pada Hati (Part 2)”

Gangguan Pada Hati (Part 1)

Gangguan Pada Hati (Part2)
Gangguan Pada Hati (Part3)

GANGGUAN PADA HATI

  1. Etiologi, patofisologi/perubahan metabolisme, gambaran klinis, pemeriksaan laboratorium, komplikasi dan pengobatan dasar dari penyakit hati dan kandung empedu seperti hepatitis, sirosis,koma hepatik, gagal ginjal dengan atau tanpa dialisis dan batu ginjal.
  2. Indikasi terapi gizi.
  3. Interaksi gizi dan pengobatan yang diberikan.

HEPATITIS

Continue reading “Gangguan Pada Hati (Part 1)”

Review: Zenonia S

nah kali ini adalah Zenonia S (saran dri tmen sih heheh)

dah ada sih web yg review nie game… salah satuna https://id.techinasia.com

mayan banyak sih yg dibahas disana, jadi saya akan bahas yang~~~ suka-suka saya

OK pertama.. Continue reading “Review: Zenonia S”

Review: Fantasy War Tactics

Fantasy war tactic

Screenshot_2017-02-27-22-56-26
tampilan awal

Game ya sudah lama sekali saya mainkan dari jaman game biasa sampe akhirnya ada lambang “pilihan editor”.

Sesuai dengan namanya, game play dari game ini kayak catur, gerak beberapa langkah trus serang atau skill. Jadi klo ada yg suka game seperti “onimusha tactic” (game GBA) yah mungkin juga suka game ini.

Nah “Fantasy War Tactic” itu free to play

Dan kebanyakan “free to play” itu “pay to win”..serem Continue reading “Review: Fantasy War Tactics”

transfer

https://www.dropbox.com/s/9h5wo2ycb0msyay/generate%20uniqueid%20pasca%20migrasi.sql?dl=0

Tips Blog

K sip… sudah mayan lama ngeblog (walau sering bolong dan vakum T.T) dan hasil baca tutorial sana sini… rasanya gak lengkap klo tidak saya share (lebih untuk mengingatkan diri sendiri dari pada share hehehe).

ok untuk blog disini, mungkin dibagi jadi 2 tahap

antara lai: tahap pembuatan awal dan Posting

PEMBUATAN AWAL

Continue reading “Tips Blog”

Belajar C# TAB

Nah TAB.. ada apa dengan tab?

Ya dia ada di keyboard samping huruf “Q”

Trusstanda tanya?

Di C# ternyata Tab juga ada setingannya,
beberapa akan di share (dan di catet biar q gak lupa) disini

Antara lain Continue reading “Belajar C# TAB”

Kesehatan Reproduksi Remaja

A.Pengertian Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.
Tujuan umum kesehatan reproduksi adalah meningkatkan kemandirian dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, termasuk kehidupan seksualitasnya sehingga hak-hak reproduksi terpenuhi.

B.Organ Reproduksi Perempuan dan Laki-laki Continue reading “Kesehatan Reproduksi Remaja”

Atas ↑