Mario Teguh
Pak Mario, aku ini bandel, kalo dinasehatin masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Merasa bersalah juga sih, tapi gimana? Udah watak dari sononya …

Adikku yang baik hatinya,

Teruskan saja sikap seperti itu, JIKA engkau tak akan pernah tua.

Ingat ya, orang yang hari ini tua renta, malas, sulit dipekerjakan, miskin, sakit-sakitan, pemarah, selalu menyalahkan orang lain, dijauhi keluarga dan teman, dan tak putus memprotes Tuhan, adalah biasanya orang yang DARI SONONYA susah dinasihati.

Kakakmu ini setuju, nasihat itu tidak perlu bagi orang yang akan terus menjadi remaja sepanjang hidupnya.

Tapi, berapa tahun lagi sih engkau akan tetap disebut anak muda?

Khan, engkau akan jatuh cinta dan maksa mau menikahi gadis pujaan hatimu?

Lah, … istrimu itu nanti dikasih makan apa?

Terus, … nanti kalau kalian punya anak, mau dikasih makan permen terus?

Terus, apa nasihatmu untuk bayi-bayimu yang lucu-lucu dan pinter-pinter itu?

“Hey para bayi, dengerin papamu yang kagak pernah mau dewasa ini ya?

Jadi anak jangan mau dengerin papa en mama kalian. Mereka waktu muda juga kagak mau dinasihatin. Untuk apa nasihat?

Kalau kalian bayi-bayi mau rusak loe punya kesehatan en gak mau belajar, go ahead. Papamu dulu juga kaya’ gitu.

Tapi, eh! Itu paku, jangan dimakan!”

He he he …

Adikku yang baik hatinya,

Bandel itu sifatnya anak muda yang kuat.

Hanya saja, jangan sampai kau gunakan kekuatanmu untuk melemahkanmu.

Sampai sekarang, kakakmu ini masih bandel, bandel nasehatin anak-anak muda yang hebat seperti mu.

Be good. You know I love you.

Mario Teguh – Loving you all as always

Iklan