Penanya dari audien (Elfi Sukrisni)



Elfi: selamat malam “Paduka” (Pak Mario), Selamat malam “Panglima” (Choky).

Pak Mario: Selamat malam

Elfi: Salam Super..!

Pak Mario, Choky: Salam Super..!

Elfi: Saya Elfi Sukrisni dari Palu Sulawesi Tengah.

(tepuk tangan)

Pak Mario: Ooooo, Bukan Main.

Elfi: Membangun sebuah hayalan, harus realistis kan Pak?? Pak Mario, bagaimana mengidentifikasikannya? terimakasih

Pak Mario: Terimakasih. (tepuk tangan)

Sahabat Indonesia yang super, sesuatu itu disebut “Khayalan” karena tidak realistis. Kalo Realistis namanya “Rencana”. Bagaimana mungkin anda mau mencapai sesuatu yang besar kalo realistis? Ada dua paruh kekuatan kita.

Satu dari diri kita sendiri, memang tidak mungkin anda busa pura-pura mengenai Ilmu, belajarlah. Indonesia, masyarakatnya sudah lebih terdidik maka pemimpinnya tidak harus yang lebih pandai diantara yang pandai pandai di Indonesia, tapi paling tidak sama dengan rata – rata kepandaian rakyatnya. Maka pilih yang cendikia.

Berikutnya, kekuatan itu bukan hanya dari diri, tetapi yang lebih kuat adalah dari Bantuan

Ini yang membuat rencana anda yang tidak realistis itu Oke. Yang realistis itu disini (diri) tidak bisa berbicara mau jadi pembicara public, bisa dibayangkan? Tidak bisa berbicara mau jadi jurkam. Bicaralah, latih, suara yang bagus, pandangan mata, gegednya* rahang, gerakan tangan. Jangan bicara semuanyaaaa dengan gerakan yang sama. Mulai banjir, gempa bumi, ikan, ayam, Sapi…!!?? Sama.

Diri anda adalah tempatnya realita. Bantuan adalah tempatnya yang tidak realistis. Jadi kalau begitu jangan ukur kahyalan anda dengan yang nyata saja, pastikan anda menjadi pribadi yang dibantu bukan hanya oleh manusia tapi keseluruhan alam.

Itu..



NB

*  ga yakin sih.. tp sepertinya itu yg Pak Mario bilang

Iklan