diujung vidio na terputus… tp masih bisa ditebak sepertinya



Hanardono: nama saya Hanardono dari Pondok Kelapa.

Pak Mario: Yes Bapak?

Hanardono: yang ingin saya tanyakan Pak. Banyak pemimpin yang selalu ingin menang, Pak. Baik pemimpin bisnis, pemimpin politik dan sebagainya. Yang ingin saya tanyakan, saya ulangi Pak, kapan seorang pemimpin itu harus menang dan kapan seorang pemimpin itu harus mengalah? Trimakasih.

Uli: trimakasih Pak.

Pak Mario: Sahabat Indonesia yang super, pelan – pelan ya. Kalau kita menang ada yang kalah. Very good. Dan yang kalah ini bisa membalas. Dan suami tau tidak boleh mengalahkan istri karna kehidupan dia tidak akan pernah tenang lagi. Oke? Nah,  jadi mungkin bukan menang, kalau kita hanya pemain kecil menanglah tetapi apabila anda menstrategikan kebesaran bagi diri anda sendiri “menangkanlah orang lain”. dan cara terbaiknya adalah “mengalah”.

Mengalah itu bukan kalah. Mengalah itu mengijinkan orang menang. Tidak ada pemenang yang lebih besar dari pada itu. Kalau anda benar mengapa anda tidak damai dan berusaha menjelaskan kalau anda benar? Berapa banyak pertengkaran di keluarga karna yang benar tidak damai dengan benarnya.

“Sebenernya”

Istrinya bilang “Apa lagi??” gitu kan?

Iya toh!!

Jadi kalo benar diamlah, kan kita tau kita benar. Memang kadang kadang frustasinya orang adalah mengapa hidupnya penuh dengan keharusan menjelaskan bahwa dia benar.

“Aku ini bener”

Yang salah malah yakin “Salah yaaa..!!”

Nii.. bener loh padahal.

So, kalau begitu yang damai, kalau anda benar dan anda tau benar cukuplah itu untuk anda lalu berlakulah yang anggun. Anda menjadi salah kalok berusaha menjelaskan anda benar kepada orang yang mengira anda salah. Kadang – kadang tidak ada gunanya menjelaskan benar tetapi berlaku benar itu obat dari . . . (terpotong)

Iklan