Selly dari kuala lumpur Malaysia  (ya semoga namanya bener)



Selly: Begini Pak Mario, Saya mempunyai kahyalan dan cita – cita yang tinggi, tapi kadang – kadang saya merasa kahyalan dan cita – cita saya ini dibatasi oleh orang – orang disekitar saya. Bagaimana caranya saya bisa mewujudkan cita – cita saya ini tanpa dibatasi oleh siapapun dan tanpa mengecewakan orang – orang disekitar saya? Itu saja trimakasih.

Pak Mario: Sahabat Indonesia yang super yang ada di studio dan dimana pun anda berada. Kita sekarang ini sedang dibatasi oleh sesuatu, kalau tidak kita sudah meledak. Bukankah sudah banyak malam – malam tanpa tidur yang berisi kahyalan dan rencana?

Iya toh..!

Sampai Istrinya bilang “Tidur”, gitu? Bilang “Sebentar belum slese” bgitu kan??

Nah kalo kita tidak menjadi sebesar impian kita berarti ada yang sedang kita lakukan yang membatasi kita. Mudah – mudahan anda tidak bilang ini teori, karena orang yang mengatakan itu teori sedang membatasi dirinya.

Kasihan sekali, Dunia ini membatasi kita. Orang lain mengkritik upaya kita. Bahkan waktu kita memberi, dicurigai. Waktu kita menasehati orang bilang sok tau. Dunia beroprasi bertentangan dengan keinginan kita, lalu kenapa kita membantunya dengan meragukan diri sendiri?

Jadi kalau kita mau berkahyal, berpihak lah kepada kepentingan diri untuk berhasil. Karena semua orang yang tadinya menolak anda itu, akan mengambil keuntungan dari perkembangan anda sehingga mereka merasa bagian dari pertumbuhan anda. Itu saat semuanya berputar, dari yang mengkritik menjadi membantu, yang mau mengambil keuntungan dari anda justru menyumbang. Lihat itu, yang datinya mau mencari kesalahan anda untuk menjatuhkan anda sekarang menemukan kesalahan anda untuk menasehati anda agar tidak salah.

Yang kita butuhkan adalah ketahanan untuk sabar sampai dunia berpihak kepada kita, jangan batasi kahyalan anda.

Itu

Iklan