Penanya: Pak Jeni dari bali…. Yaa semoga ga salah denger



Jeni: Bapak Mario Salam Super.

Pak Mario: Salam super Bapak

Jeni: nama saya Jeni saya dari Bali

Pak Mario: dari Bali..

(tepuk tangan)

Jeni: Disini saya dikawal oleh istri, 2 orang anak dan 1 menantu.

Pak Mario: bukan maen..

(Tepuk tangan)

Choky: Dikawal pak

Pak Mario: Dikawal..!!

Choky: Iya ..!!

Jeni: yak, begini Pak Mario, belakangan ini banyak dari kawan saya seperti mungkin di daerah mana juga yang menjadi caleg. Jadi calon legislative yang pada kenyataannya saya lihat sendiri itu kahyalan yang irasional karna melihat potensi tidak ada tapi nekat. Lebih celaka lagi kalo mereka tu.. tanya pada saya minta pertimbangan, saya sendiri tidak berani memberikan jawaban yang objektif. Jadi walaupun saya melihat potensi tidak ada, saya selalu membesarkan hati mereka. Jadi mohon komentar masalah pen-caleg-an yang mungkin terjadi dimana – mana ini, kemudian dengan sikap saya yang tidak berani mengatakan yang sebenarnya selamat malam, trimakasih.

Pak Mario: Trimakasih

Choky: trimakasih Pak.

Pak Mario: Satu, perintahnya kepada kita “hanya berharaplah kamu kepada Tuhan bukan kepada jabatan”. Orang yang sampai jual tanah, hutang untuk menjabat itu berharap dari jabatan. Dan Tuhan senang membuktikan bahwa jabatan bukan tempat berharap dengan membatalkannya. Tuhan tempat berharap.

Kemudian kahyalan itu memang harus tidak masuk akal yang menjadikan tidak pantas itu adalah “Upayanya” berkahyallah setinggi mungkin, tetapi upayanya pantas. Yang menjadikan orang itu tidak pantas adalah jauh antara yang diinginkannya dengan yang dilakukannya. Brapa banyak orang ingin jadi orang kaya tetapi perilakunya tidak menunjukkan dia akan jadi orang kaya?

Cobak??

Memikirkan yang kecil – kecil, mempertengkarkan yang kecil  – kecil. Tuh, menjagokan yang tidak memperbaiki rezeki, marah, bertindak anarkis kepada hal hal yang tidak memperbaiki rezeki. Coba, kalau orang Indonesia tau, bahwa yang dilakukan orang lain itu adalah cara untuk menguntungkan mereka karna jabatan, kita itu kalo ada orang kampanye itu senyum ramah, janji..

Heiiii…!!

Wong janji  – janji itu tidak dipenuhi selama ini, kok janji lagi?

Gitu toh?

Mau kasi uang, trimakasih tapi aku belum tentu pilih kamu loh ya.. itu ya..

Lalu anda pilih orang – orang yang menjanjikan pada pribadinya kemampuan untuk 3 hal..

Menjadi orang yang jujur, kalau jujur pasti berpihak kepada anda.

Kedua tegas, tidak berlama – lama membiarkan orang dalam kesulitan

Dan ketiga pandai, karna kalo sudah jujur dan tegas, jujurlah, tegaslah tentang yang memandaikan kehidupan.

Itu


Cita – cita adalah impian yang bertanggal.

Jika anda telah memiliki impian

berilah tanggal bagi pencapaiannya

dan impian itu akan jadi cita – cita.

Dan, cita – cita adalah keadaan

yang dicapai melalui tangga kemampuan.

Kerja keras adalah tiket yang memberikan izin

kepada kita untuk berdiri

dalam antrian menuju impian kita.

-Mario Teguh-

Iklan