I. Pendahuluan
Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi di payudara yang merupakan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan stroma jaringan ikat. Tumor ini bersimpai jelas, berbatas jelas, soliter, berbentuk benjolan yang dapat digerakkan dimana benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor). Tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau oval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri.  Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, sehingga sering disebut sebagai ”breast mouse”.


(www.bci.org.aupublicguides_Mar06Fibroadenoma%20111005.pdf-http://indonesiannursing)

II. Tanda & gejala

  1. Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal
  2. Ada bagian yang menonjol ke permukaan
  3. Ada penekanan pada jaringan sekitar
  4. Ada batas yang tegas
  5. Bila diameter mencapai 10 – 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma)
  6. Memiliki kapsul dan soliter
  7. Benjolan dapat digerakkan
  8. Pertumbuhannya lambat
  9. Mudah diangkat dengan lokal surgery
  10. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian

www.bci.org.aupublicguides_Mar06Fibroadenoma%20111005.pdf-http://indonesiannursing.

III.  Penyebab gangguan

  • Usia : < 30 tahun
  • Jenis kelamin
  • Geografi
  • Pekerjaan
  • Hereditas
  • Diet
  • Stress
  • Lesi prekanker
  1. Peningkatan aktivitas Estrogen yang absolut atau relatif.
  2. Genetik : payudara
  3. Faktor-faktor predisposisi :

www.bci.org.aupublicguides_Mar06Fibroadenoma%20111005.pdf-http://indonesiannursing.

 

IV.  Patofisiologi

Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oleh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia. Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas jelas, mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya. Pada gambaran histologis menunjukkan stroma dengan proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pembagian fibroadenoma berdasarkan histologik yaitu :

  • Fibroadenoma Pericanaliculare

Yakni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis.

 

  • Fibroadenoma intracanaliculare

Yakni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk panjang-panjang (tidak teratur) dengan lumen yang sempit atau menghilang.
Pada saat menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi.

www.bci.org.aupublicguides_Mar06Fibroadenoma%20111005.pdf-http://indonesiannursing.

 

V.  Diagnosis

Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara, yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination), dengan mammography atau ultrasound, dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi pada daerah tersebut, dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau tidak, kenyal atau keras,dll. Mammography digunakan untuk membantu diagnosis, mammography sangat berguna untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun, sedangkan pada wanita usia muda tidak digunakan mammography, sebagai gantinya digunakan ultrasound, hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat dengan baik bila menggunakan Pada FNAC kita akan mengambil sel dari fibroadenoma dengan menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan. Dari alat tersebut kita dapat memperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma, lalu hasil pengambilan tersebut dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut:

  1. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan
    berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus;
  2. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular
    (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler);
  3. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform

www.bci.org.aupublicguides_Mar06Fibroadenoma%20111005.pdf-http://indonesiannursing

VI.  Terapi (treatment)

Terapi untuk fibroadenoma tergantuk dari beberapa hal sebagai berikut:

  • Ukuran
  • Terdapat rasa nyeri atau tidak
  • Usia pasien
  • Hasil biopsy

Terapi dari fibroadenoma mammaedapat dilakukan dengan operasi pengangkatan tumor tersebut, biasanya dilakukan general anaesthetic pada operasi ini. Operasi ini tidak akan merubah bentuk dari payudara, tetapi hanya akan meninggalkan luka atau jaringan parut yang nanti akan diganti oleh jaringan normal secara perlahan.

www.bci.org.aupublicguides_Mar06Fibroadenoma%20111005.pdf-http://indonesiannursing.

Iklan