Konsep Manusia

Manusia dapat ditinjau dari sudut pandang manusia sebagai mahkluk holistik dan manusia sebagai holistik dan manusia sebagai sistem. Manusia sebagai makhluk holistik, merupakan mahluk yang utuh ,atau paduan dari unsur biologis , psikologis dan sosial, dan spiritual.

Sebagai makhluk biologis manusia tersusun dari sistem organ, yang dipergunakan untuk mempertahankan hidupnya mulai dari lahir, tumbuh kembang hingga meninggal. Sebagai mahkuk psikologis, manusia mempunyai struktur keprbadian, tingkah laku sebagai manivestasi kejiwaan, dan kemampuan berfikir serta kecerdasan.Sebagai makhluk sosial, manusia perlu hidup bersama dengan orang lain, saling bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntunan hidup, mudah dipengaruhi kebudayaan, serta dituntut untuk bertingkahlaku sesuai dengan harapan dan norma yang ada. Sebagai mahkluk spiritual, manusia memiliki keyakinan, pandangan hidup, dan dorongan hidup yang sejalan dengan keyakinan yang dianutnya.

Manusia sebagai sistem terdiri atas sistem adaptif, personal, interpersonal, dan sosial. Sistem adaptif merupakan proses perubahan individu sebagai respon terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi integritas atau keutuhan. Sebagai sistem personal, manusia mempunyai proses persepsi dan bertumbuh kembang. Sebagai sistem interpersonal, manusia manusia dapat berinteraksi, berperan, dan berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan sebagai sistem sosial manusia,memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan di lingkungannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan pekerjaan.

Homiostasis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dihadapinya berbagai kondisi yang dialaminya. Proses homeostasis dapat terjadi apabila tubuh mengalami streess, yang secara alamiah tubuhakan mengalami mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi agar tetap seimbang. Homiostasis adalah suatu proses pemeliharaan stabilitas dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar yang terjadi secara terus-menerus. Homiostasis terdiri atas homcostasis fisiologi dan psikologi. Homeostasis fisiologis dalam tubuh manusia dapat dikendalaikan oleh sistem endokrin dan sistem saraf otonom. Proses homcostasis fisiologis terjadi melalui 4 cara berikut:

Pengaruh diri. Sistem ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat contohnya pada proses pengaturan fungsi organ tubuh.

Tubuh akan cendrung bereaksi terhadap ketidak normalan yang terjadi didalamnya. Misalnya tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifir akan mengalami kontriksi, dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatannya (menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga tubuh tetap stabil; pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh, dan peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu tubuh.
Umpan balik negatif. Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.
Umpan balik untuk mengoreksi ketidak seimbangan fisiologis. Sebagai contoh apabila seseorang mengalami hifoksia, akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup keseluruh

Homiostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma kultur masyarakat. Contoh homeostatis psikologis adalah mekanisme pertahanan diri, seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul, meremas, mencerca, dan lain-lain.

Memahami Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Honeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus-menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyusaian diri, tetepi terus berinteraksi dengan linkungan agar mampu mempertahankan hidupnya.

Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda, proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan memengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri. Dalam prosese homeodinamik ini terdapat beberapa prinsip berikut :

Prinsip integralitas, yaitu prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkunan yang tidak dapat dipisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi terus menerus karena adanya interaksi manusia dengan lingkungan yang saling memengaruhi
Prinsip resonansi, yaitu prinsip bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi,mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.
Prinsip helicy, yaitu prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan.

Konsep kebutuhan dasar manusia

Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori Herarki kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki 5 kebutuhan dsar yaitu :

Kebutuhan Fisiologis ( Makanan , Minuman).
Keamanan
Cinta
Harga Diri
Aktualisasi Diri

Ciri Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, Akan tetapi karena terdapat perbedaaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun akan ikut berbeda.Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, maka manusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk berusaha mendapatkannya.

Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan besar dari biasanya.
Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga, dan lain-lain.
Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif terhadap diri.Konsep diri yang positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan.
Tahap Perkembangan.

Manusia Sebagai Mahluk Holistic( Keseluruhan / Utuh)

1.Biologic

  • Manusia merupakan suatu susunan system organ tubuh
  • Mempunyai kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya
  • Tidak terlepas dari hukum alam dilahirkan berkembang à mati

2. Psikologik

  • Manusia mempunyai struktur kepribadian
  • Tingkah laku sebagai manifestasi dari kejiwaan
  • Mempunyai daya fikir dan kecerdasan
  • Mempunyai kebutuhan psikologi agar pribadi dapat berkembang

3.Sosial

  • Manusia perlu hidup bersama orang lain dan saling kerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya
  • Dipengaruhi oleh kebudayaan
  • Dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
  • Dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang ada
  • Manusia mempunyai nilai dan kebudayaan yang membentuk jatidirinya
  • Sebagai pembeda dan pembatas dalam hidup sosial
  • Kultur dalam diri manusia bisa diubah dan berubah tergantung lingkungan manusia hidup

4.Spiritual

  • Mempunyai keyakinan / mengaku adanya Tuhan
  • Memiliki pandangan hidup, dorongan hidup yang sejalan dengan sifat religius yang dianutnya

Teori Holistik

Seluruh organisme hidup saling berinteraksi. Adanya gangguan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Jika mempelajari satu bagian dari manusia harus mempertimbangkan bagaimana bagian tersebut berhubungan dengan bagian yang lain.

//other post===============================================================

Paradigma kebidanan

DEFINISI BIDAN DAN FILOSOFI DALAM KEBIDANAN

Iklan