Di dalam meditasi, anda harus memilik kewelasan terhadap diri sendiri. Lembutlah pada diri sendiri.

Ada kisah Zan Kuno mengenai biksu bernama Rinzai. Ia sedang berada di balairung meditasi di sebuah biara yang sangat disiplin, dalam tradisi Zen di mana para guru suka memukul murid yang mengantuk atau tertidur. Nah, gurunya yang sangar, suatu hari datang ke balairung meditasi pagi-pagi sekali.

Rinzai, Biksu hebat ini, terkantuk-kantuk hinngga terlelap. Badannya menjuntai ke depan; ia sudah tertidur, Ia tidak berusaha menegakkan badannya. Ia pasti akan dipukul oleh guru besar ini.

Biksu yang duduk di sampingnya, karena kasihan, menyikut Rinzai, “Hei! Guru datang! Cepat bangung atau kamu akan kena pukul”.

Rinzai membuka satu matanya, melihat ke guru besarnya yang datang “Oh, cuma guru…,” lalu ia melanjutkan tidurnya hingga mengorok.

Guru itu meledak dalam kemurkaan. Ia berteriak dan berkata, “kalian para biksu tolol! Semuanya dungu! Hanya ada satu biksu yang bagus dalam retret ini. Dia adalah Rinzai. Hanya dia yang tahu bagaimana melepas dan tahu soal kewelasan, bukan seperti kalian yang sok menegakkan badan, wahai kalian para biksu egois dan tolol!”

Saya suka kisah ini sebab ini menunjukkan betapa mendalamnya ego terpatri dalam batin kita. Hanya Rinzai yang melepas ego biksu lainnya begitu tegang dan takut.

Kisah lainnya berasal dari Buddha sendiri. Suatu hari, Buddha sedang tidur pada siang hari. Kemudian mahluk bernama Mara ini datang dan berseru kepada Buddha, “Nah, saya menangkap basah kamu! Kamu bukan biksu sejati. Kamu malas. Semua orang harus bekerja memberi kamu makan. Mereka tidak tidur siang bolong begini, wahai biksu malas! Mengapa kamu melakukan ini?”

Buddha menjawab, “Aku berbaring demi kebahagiaan dan kesejahteraan semua makhluk”

Saya pikir sungguh jawaban yang luar biasa hebat. Jadi kapanpun saya tidur siang dan ada yang berkata, “Apa yang sedang anda lakukan, Ajah Brahm? Anda seharusnya mengerjakan sesuatu. Anda punya banyak pekerjaan untuk diselesaikan, banak surat harus ditulis, e-mail yang harus dibalas, mengajar orang, melayani konsultasi, menulis buku. Pokoknya, lakukan sesuatu” Saya tinggal menjawab, “Saya tidur siang demi kebahagian dan kesejahteraan semua makhluk” Ha-ha-ha.

Sebab bukankah sebenarnya anda juga butuh untuk rileks? Ingat bahwa orang lain harus menanggung beban berurusan dengan anda pula. Jadi ketika anda punya waktu untuk istirahat, lakukanlah relaksasi, tidur sejenak, bukankah itu menguntungkan orang lain pula? Sebab ketika anda benar-benar lelah, anda tegang secara fisik lelah dan murung, itulah sebabnya orang-orang jadi kesal dan marah.

Salah satu penyebab utaman mengapa orang-orang marah adalah karena mereka lelah. Sungguh-sungguh lelah. Mereka tidak memperbolehkan diri mereka untuk istirahat atau santai sejenak. dan jika anda bisa menciduk semua orang yang marah di dunia ini dan menaruh mereka di sebuah resor wisata bintang lima, lalu membuat mereka istirahat, ketika mereka keluar, saya yakin merekan akan menjadi orang yang jauh lebih baik. mereka tidak akan begitu mudah marah lagi.

Jadi, jika anda memiliki bos yang galak seperti neraka, kumpulkan sumbangan di kantor, lalu kiriman bos galak itu ke pantai wisata selama beberapa hari. Ketika ia kembali, “Oh, kalian semua sungguh orang-orang kantor yang baik dan mengagumkan. kalian mau naik pangkat? kalian mau naik gaji?”

Iklan